Rabu, 09 Mei 2012

Kegagalan Operasi PLTD


Dalam suatu unit pusat listrik tenaga diesel, sistem pendukung mesin diesel merupakan salah satu bagian vital. Tidak dapat dipungkiri apabila sistem pendukung mesin mengalami kegagalan maka proses pembangkitan listrik akan terhenti dan menyebabkan gangguan dan kerugian. Namun selama ini belum ada analisa yang membahas tentang potensi kegagalan akibat sistem pendukung dari pusat listrik bertenaga diesel tersebut.
Untuk itu mengingat pentingnya sistem pendukung dari suatu pusat listrik tenaga diesel, dirasa perlu untuk melakukan penilaian ketersediaan dan analisa tentang perawatan dari pembangkit listrik tersebut. Penilaian ketersediaan dan analisa manajemen perawatan dirasa tepat untuk meninjau hal ini mengingat unit pembangkit yang akan menjadi obyek penelitian beroperasi pada kondisi kontinyu.
Berdasarkan hasil penilaian ketersediaan ini akan diprediksi dan ditinjau besarnya nilai ketersediaan unit pembangkit listrik serta membandingkannya dengan data kinerja pada waktu-waktu sebelumnya. Sedangkan pada analisa manajemen perawatan akan dilakukan pemodelan perawatan pada PLTD berbasis pada hasil analisa ketersediaan dari sistem pendukung mesin tersebut.
Kegagalan Operasi juga bisa dikarenakan oleh adanya reverse power dimana terjadi kehilangan torsi dari penggerak mulanya yang menyebabkan mesin diesel trip dan pada saat itu generator masih terhubung dengan jaringan. Karena masih ada kecepatan sisa pada rotornya, sedangkan disisi statornya ada tegangan dari jaringan, sehingga tegangan di stator menginduksi ke lilitan rotor yang berputar. Untuk mengatasi hal ini maka pada generator dipasang relay reverse power sebagai pengaman dan biasanya interlock dengan generator CB nya. Pada Reverse Power relay bekerja dengan mengukur komponen aktif arus beban, I x cos φ.
Ketika Generator beroperasi dan menghasilkan daya listrik maka komponen arus beban I x cos φ bernilai positif, sedangkan dalam kondisi reverse power maka komponen beban aktif I x cos φ akan berubah menjadi bernilai negatif. Dan jika nilai negatif ini melampaui set point dari relay, maka relay reverse power akan bekerja dan beberapa saat kemudian memerintahkan Circuit breaker untuk membuka.